Senin, 01 Mei 2017

BENTUK-BENTUK KEPEMILIKAN

 BENTUK KEPEMILIKAN

Pengertian Bisnis
Secara historis, bisnis atau business dalam bahasa Inggris berasal dari kata busy, yang artinya sibuk. Maksudnya, bisnis adalah kegiatan yang menjadikan sibuk. Jadi bisnis merupakan rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang maupun jasa yang dilakukan secara continue dan berulang-ulang.
Tujuan utama dari sebuah bisnis adalah untuk memperoleh keuntungan. Jadi di dalam berbisnis, pelaku-pelaku bisnis akan melakukan berbagai usaha agar bisnis yang dijalankan bisa lancar dan terhindar dari kerugian. Dan sebisa mungkin bisnisnya mampu memberikan keuntungan yang maksimal bagi mereka.

BENTUK-BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS 

Pemilihan bentuk kepemilikan bisnis merupakan langkah awa. Sebab, berhasil tidaknya bisnis yang di jalankan juga tergantung dari keputusan tersebut.
bentuk kepemilikan bisnis ada yang di katakan berbentuk badan hukum dan ada yang tidak berbentuk badan hukum. Yang dimaksud dengan bentuk badan hukum yaitu badan usaha yang memiliki kekayaan tersendiri, pisah dari harta kekayaan para pendirinya atau para pengurusnya.

Usaha yang berbentuk badan hukum adalah :
a. Perseroan terbatas (PT)
b. Koperasi
c. Yayasan

Usaha yang tidak berbentuk badan hukum adalah :
a. Badan usaha perseorangan
b. Persekutuan firma
c. Persekutuan komanditer

Bentuk kepemilikan bisnis antara lain :
a. Perusahaan perseorangan
b. Firma
c. CV
d. PT
e. BUMN
f. Koperasi
g. Yayasan

1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang dimiliki oleh 1 orang saja. Sehingga pemilik perusahaan ini mempunyai tanggung jawab sekaligus kuasa tak terbatas atas perusahaan beserta aset-asetnya. Karena ialah yang memiliki, mengelola, sekaligus memimpin perusahaan tersebut. Semua risiko yang terjadi pada perusahaan, ia yang menanggungnya.

2. Firma
Bentuk bisnis firma merupakan sutu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama. Tanggung jawab masing- masing anggota firma tidak terbatas, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi bersama.
Firma didirikan dengan akte notaries, yang didaftarkan pada panitera pengadilan setempat dan diumumkan dalam Berita Negara.

3. Persekutuan Komanditer
Persekutuan komanditer (Commanditaire Vennootschaap/CV) dalah suatu perjanjian kerja sama untuk berusaha bersama antara orang- orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya, dengan orang-orang yang memberikan pinjaman tidakbersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut.

4. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas (PT) yang juga disebut Naamloze Vennooschap (NV) merupakan bentuk perusahaan yang terdiri atas pemegang saham yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar mudal yang disetor.
Perseroan terbatas ini merupakan organisasi berwatak kapitalis yang bertujuan mencari keuntungan. Modalnya ditetapkan lebih dahulu dan dibagi-bagi dalam saham. Saham itu dijual kepada siapa saja yang berminat, tanpa memperhatikan sifat-sifat orang yang bersangkutan. Pada umumnya saham itu diperjualbelikan sehingga kepemilikan PT dengan mudah dipindahtangankan.

5. BUMN
Badan usaha milik Negara merupakan badan usaha yang dikenal dengan public enterprise yang berisikan dua elemen esensial, yakni unsure pemerintah (public) dan unsure bisnis (enterprise). BUMN itu diciptakan dengan undang-undang, artinya pengadaannya diusulokan oleh pemerintah dan disetujui oleh DPR maka jadilah ia suatu produk politis (Chairuman Armia, 1989). Oleh sebab itu, keberadaannya atau eksistensinya tergantung kepada pemerintah.

6. Koperasi
Usaha koperasi disusun oleh anggota dan untuk anggota. Pimpinan dalam koperasi disebut pengurus yang dipilih oleh anggota dalam masa jabatan tertentu. Dikatakan bahwa koperasi tumbuh dari golongan lemah, bersatu guna memenuhi kebutuhan bersama. Usaha koperasi lebih banyak bersifat sosial menolong anggota dari pada mencari untung yang sebesar-besarnya.

7. Yayasan
Yayasan merupakan suatu badan hukum yang hartanya terpisah dari harta-harta pengurusnya. Menurut peradiran dan hukum, yayasan adalah suatu badan hukum, yang bisa bertindak atas nama sendiri.Didalam yayasan jika terjadi kepailitan maka harta pemilik tidak turut menanggung resiko, misalnya bentuk usaha PT, koperasi yayasan. Hal tersebut tidak sama seperti organisasi yang tidak berbadan hukum, harta pemilik dan harta organisasi tidak terpisah secara jellas seperti pada usaha perseorangan.
Pada umumnya yayasan bergerak dengan tujuan sosial seperti yayasan rumah sakit islam, yayasan yatim piatu dan sebagainya. Guna mencapai tujuannya, yayasan berusaha mengumpulkan atau barang-barang dari sumbangan-sumbangan, wakaf dan lain-lain. Dalam mengumpulkan dana ini kadang-kadang yayasan mendirikan usaha-usaha tertentu dibawah koordinasi yayasan.

 GO PUBLIK

 Go publik adalah penawaran efek/surat berharga kepada masyarakat umum baik perorangan maupun lembaga untuk pertama kalinya. Arti dari "pertama kali" adalah bahwa pihak emiten/perusahaan menerbitkan efek untuk pertama kalinya dan melakukan penjualan efek di pasar perdana. Go-Public biasa juga dikatakan sebagai emisi atau penawaran umum.
Menurut Tandelilin go public atau penawaran umum merupakan kegiatan yang dilakukan emiten untuk mejual sekuritas kepada masyarakat, berdasarkan tatacara yang diatur oleh undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. Tahap paling awal bagi perusahaan yang akan go public biasanya disebut penawaran saham perdana atau initial public offring-IPO.

KEUNTUNGAN PERUSAHAAN GO PUBLIK
Pada saat perusahaan menentukan untuk go public, tentu ada keuntungan atau sisi positif yang akan diperoleh, baik bagi internal prusahaan maupun eksternal perusahaan.
keuntungan go publik adalah :
1. Mamapu melakukan peningkatan likuiditas perusahaan
2. Memberi kesematan untuk melakukan diversifikasi.
3. Memberi pengaruh pada nilai perusahaan.
4. Memberikan kesempatan bagi public untuk dapat menilai perusahaan sedara lebih transparan.
  
KERUGIAN PERUSAHAAN GO PUBLIK 
 1.  Laporan Rutin.
Setiap perusahaan yang go public secara periodik harus membuat laporan kepada Bursa Efek Indonesia, bisa saja per kuartal atau tahunan, tentu saja untuk membuat laporan tersebut diperlukan biaya
. 
2. Terbuka 
semua perusahaan go public pasti transparan dan sangat mudah untuk diketahui oleh para kompetitornya dari segi data dan management nya. 
3.  Keterbatasan kekuasaan Pemilik. 
Para pemilik perusahaan harus memperhatikan kepentingan bersama para pemegang saham, tidak bisa lagi melakukan praktek nepotisme, kecurangan dalam pengambilan keputusan dan lainnya, karena perusahaan tersebut milik publik.
4. Hubungan antar Investor
Perusahaan terbuka harus menjaga hubungan antara perusahaan dengan para investornya dan di informasikan mengenai perkembangan dari perusahaan tersebut.

PROSES GO PUBLIK 
Tahap untuk persiapan go publik:
A.  Restrukturisasi Perusahaan
Restrukturisasi perusahaan dilakukan dengan maksud agar perusahaan yang bersangkutan dapat memenuhi berbagai persyaratan go public. Dalam proses restrukturisasi perusahaan untuk go public ini, dilakukanlah berbagai macam restrukturisasi sebagai berikut :
1.      Restrukturisasi finansial
2.      Restrukturisasi bisnis
3.      Restrukturisasi korparat
4.      Restrukturisasi posisi SDM
5.      Resturkturisasi hutang/pinjaman
B.     Pemberesan Surat-surat dan Dokumen
Suatu perusahaan yang akan go public diperlukan suatu kerapian di bidang kearsipan. Untuk itu, dokumen-dokumen harus disimpan dengan baik dan diperlukan seorang corporate secretary. Demikian juga izin-izin yang belum beres atau sudah mati perlu dihidupkan kembali. Kontrak-kontrak yang tidak benar perlu dibenarkan.
C.     Dilakukan Private Placement
Adakalanya, suatu perusahaan yang akan go public memerlukan dana terlebih dahulu untuk membereskan perusahaannya atau untuk kepentingan lain. Untuk itu, dapat di tempuh melalui suatu proses yang disebut dengan private placement atau yang disebut juga dengan istilah private offering. Dalam hal ini, pihak perusahaan mencoba mencari dana kepada pihak luar, dimana dana tersebut akan dibayar dengan saham pada waktu go public nanti atau dengan dana hasil go public. Seiring dengan penerbitan suatu instrumen yang disebut dengan obligasi konversi (convertible bonds). Convortible Bonds adalah suatu surat hutang yang dijual kepada seseorang atau suatu perusahaan dimana surat hutang tersebut dapat dikonversi menjadi saham pada saat perusahaan tersebut go public nantinya.
Proses Pendahuluan untuk Go Public 
A.   Penunjukkan Pihak yang Terlibat
Pada tahap ini, pihak perusahaan yang akan go public haruslah memilih dan menunjuk pihak-pihak yang terlibat dalam proses go public tersebut. Pihak-pihak yang terlibat tersebut, antara lain adalah sebagai berikut:
1. Penjamin Emisi (underwriter) 
2. Akuntan Publik 
3. Konsultan Hukum
4. Notaris 
5. Perusahaan Penilai (Appraiser) 
6. Biro Administrasi Efek
7. Dan lain-lain
B. Proses Underwriting 
Pada pihak underwriting ini, pihak penjamin emisi sudah harus ditunjuk oleh emiten. Pihak underwriter ini berfungsi sebagai pihak yangakan mengatur pemasaran sampai terjualnya saham di pasar perdana. Pihak underwriter ini juga melakukan komitmen-komitmen tertentu dengan emitmen.
 Komitmen tersebut antara lain: 
1.       Komitmen Penuh (full commitment)
Dengan komitmen ini, pihak underwriter tidak ubahanya seperti penjamin saja, yakni menjamin bahwa seluruh saham dari emiten tersebut akan laku terjual dipasar perdana. Apabila ternyata saham tersebut tidak habis terjual, maka pihak  underwriter mempunyai kewajiban untuk membeli untuk dirinya sendiri ata sisa saham yang tidak laku terjual. 
2.       Komitmen Ternaik (best effort commitment) 
Dengan komitmen terbaik ini, pihak underwriter hanya berkewajiban untuk menjual saham dengan sebaik-baiknya di pasar perdana. Manakala ternyata ada saham yang tidak habis laku terjual di pasar perdana tersebut, sisa dari saham-saham yang bersangkutan boleh dikembalikan kepada pihak emiten tanpa ada kewajiban dari underwriter untuk membeli untuk dirinya sendiri.
3.       Komitmen Siaga 
Pihak underwriter berkewajiban untuk menjual saham dari emiten di pasar perdana. Akan tetapi bila saham tersebut tidak habis terjual, maka sisa saham yang tidak habis terjual di pasar perdana, dapat dibeli sendiri oleh underwriter pada harga tertentu. 

C.       Restrukturisasi Anggaran Dasar
Anggaran dasar dari perseroan juga perlu direvisi agar sesuai dengan anggaran dasar suatu perusahaan terbuka. Sebab untuk anggaran dasar suatu perusahaan terbuka, ada suatu standar tersendiri, yang berbeda dengan anggaran dasar suatu perusahaan tertutup. 
Bagian-bagian dari anggaran dasar yang perlu direvisi, antara lain sebagai berikut : 
1.       Permodalan perseroan.
2.       Jumlah saham diperbanyak. 
3.       Jumlah saham yang di alokasi kepada publik . 
4.       Harga nominal saham sesuai dengan yang di persyaratkan untuk perusahaan terbuka.
5.       Pengalihan saham dengan cara yang sesuai dengan aturan pasar modal. 
6.       Persyaratan untuk direksi dan komisaris lebih diperketat. 
7.       Keuangan mesti di audit oleh akuntan publik.
8.       Ketentuan tentang wajib lapor atau wajib diumumkan terhadap hal-hal tertentu. 
9.       Penyesuaian tentang kuorum dan hak suara dalam rapat umum pemegang saham dan rapat direksi atau komisaris. 
10.   Penggunaan dana hasil go public harus jelas.
11.   Jual beli saham dalam hal-hal tertentu dilakukan dengan suatu tender offer. 
12.   Pengaturan tentang transaksi yang berbenturan kepentingan.


Sumber : 

Alma, Buchari. 2013. Pengantar Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Fahmi,Irfan. 2015. "Pengantar Ilmu Administrasi Bisnis". Bandung: Alfabeta.
Masassya,Evelyn G. 2012. "90 Rahasia Investasi Pribadi". Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Slamet, Franky, Heti Karunia Tunjungsari, Mei Le. 2016. "Dasar-dasar Kewirausahaan Teori dan Praktik". Jakarta: Indeks. Edisi ke 2.


Minggu, 16 April 2017

EVALUASI PELUANG USAHA BARU

          PENETAPAN KELAYAKAN USAHA BARU

Banyak usaha baru yang mengalami ke-bangkrutan dalam satu dua tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha adalah kendali wirausahawan.
Alasan utama kegagalan usaha baru adalah
  1.  Pengetahuan pasar yang tidak memadai
  2.  Kinerja Produk yang salah, seringkali produk  baru tidak berfungsi seperti yang disebutkan  disebabkan terlalu cepatnya pengembangan,  kendali mutu yang tidak memadai
  3. Usaha Pemasaran dan Penjualan yang tidak efektif; usaha promosi yang salah arah dan tidak memadai dan kurangnya kemampuan memecahkan masalah yang ada dalam penjualan, pelayanan, atau kedekatan dengan pasar
  4. Tidak disadarinya tekanan persaingan; seperti potongan harga yang tinggi
  5. Keusangan produk yang terlalu cepat;
  6. Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat.
  7. Kapitalisasi yang tidak memadai, pengeluaran operasi yang tidak diprediksi, investasi yang berlebih-lebihan pada asset tetap, dan kesulitan keuangan yang berkaitan. 
    ANALISA KELAYAKAN TEKNIS 
    Sebelum peluang usaha baru di implementasikan, dilihat dari aspek teknis perlu dilakukan analisis. Dalam melaksanakan analisis kelayakan teknis ada 2 langkah yang
    harus dilakukan yaitu :

    1. Identifikasi spesifikasi teknis penting
    Sebuah peluang usaha baru harus memiliki persyaratan teknis yang antara lain: daya tarik penampilan produk, produk mudah di modifikasi sesuai dengan perubahan teknologi, permintaan konsumen dan perkembangan pesaing, daya tahan dari bahan baku produk, mudah diproduksi, dan biaya rendah.
    Persyaratan teknis yang paling penting adalah :
    a.  Disain fungsional dari produk dan daya tarik penampilannya
    b.  Fleksibilitas, memungkinkan adanya modifikasi ciri luar dari produk untuk memenuhi permintaan konsumen atau perubahan teknologi dan persaingan
    c.  Daya tahan bahan baku produk
    d.  Bisa diandalkan
    e. Keamanan produk
    f. Daya guna yang bisa diterima
    g. Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah
    h. Standarisasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu
    i. Kemudahan untuk diproduksi, dan diproses
    j. Kemudahan untuk ditangani 
    2. Uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah ia memenuhi spesifikasi kinerja
    Setelah produk dianalisis secara teknis perlu dilakukan uji coba produk dalam rangka untuk memperoleh jaminan bahwa produk atau jasa tersebut dapat memenuhi permintaan konsumen. Pengembangan dan Uji Coba Produk Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif, dan fabrikasi model dan prototip untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu.
    PENILAIAN PELUANG PASAR 
    para wirausahawan selalu membutuhkan informasi dan pengetahuan tentang pasar. Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan.  Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan.
    Riset Pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.  Riset pasar dapat membuat keputusan pemasaran yang lebih baik. Riset pasar dapat membantu :

    1. Menemukan pasar yang menguntungkan.
    2. Memilih produk yang dapat dijual.
    3. Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen.
    4. Meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik.
    5. Merencanakan sasaran yang realistic.

    Tiga aspek utama bagi riset pasar adalah :

    1. Penelitian potensi pasar dan identifikasi pelanggan (pemakai) potensial.
    2. Analisa seberapa besar perusahaan baru tersebut bisa memanfaatkan potensi pasar.
    3. Penentuan peluang nyata pasar dan resiko-resiko melalui uji coba pasar. 
     Analisa Potensi Pasar
    Penentuan potensi pasar dari peluang usaha yang baru direncanakan hendaknya dimulai dengan pengumpulan data-data yang relevan mengenai potensi pembeli, motivasi pembeliannya, kebiasaan pembeli, dan dampak perubahan dari karakteristik produk pada potensi pasar. Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi; tidak selalu ilmiah.

    Identifikasi Pasar Potensial
    Pasar potensi adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk atau jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan (misal: 1 tahun)

    Langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengestimasi potensi pasar adalah sbb :

    1. Identifikasi pemakai akhir tertentu dari produk atau jasa
    Langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah identifikasi pelanggan potensial.
    2. Identifikasi segmen pasar pokok, yaitu, kategori pelanggan yang relatif homogeny
    Setelah pelanggan potensial dapat ditetapkan, langkah kedua adalah mengklasifikasikan pelanggan pelanggan yang dalam kategori homogen/masing masing mempunyai karakteristik yang sama. Karakteristik tersebut meliputi lokasi pelanggan,
    karakteristik demografi, saluran distribusi dimana mereka bisa dicapai dengan baik dan media periklanan yang paling responsif. Kategori pelanggan potensial sangat penting karena memungkinkan usaha baru untuk memilih segmen pasar dengan cara menyesuaikan kemampuan dari usaha tersebut terhadap apa yang diperlukan untuk menarik dan mendapatkan loyalitas dari pelanggan atau konsumen.

    3. Menemukan atau memperkirakan volume pembelian potensial dalam tiap-tiap segmen pasar dan volume total dari semua segmen
    Langkah ketiga ini terkait dengan perkiraan konsumen potensial dari produk atau jasa baru oleh tiap-tiap segmen pasar pada periode sekarang dan yang akan datang. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi ini adalah dengan memilih perwakilan untuk menguji pasar.

    4. Sumber Informasi Pasar
    Informasi yang dimaksud adalah informasi untuk mngevaluasi peluang pasar masa sekarang dan yang akan datang dari usaha baru. Dua pendekatan untuk memperoleh data tentang informasi tersebut adalah mengadakan penelitian secara spesifik yang dirancang untuk mengumpulkan informasi yang dinamakan dengan data primer, dan menemukan data-data relevan yang berasal dari lembaga seperti biro pusat stastistik, kantor dinas, maupun biro penelitian yang disebut dengan data sekunder.

    5.Uji Coba Pasar
    Uji coba pasar cenderung menjadi teknik riset pamungkas untuk mengurangi resiko yang ada pada usaha baru dan menilai keberhasilannya. Metode yang digunakan dalam uji coba pasar adalah pameran perdagangan, menjual pada sejumlah konsumen terbatas, dan menggunakan uji coba pasar dimana penerimaan calon pembeli bisa diamati dan dianalisis lebih dekat. Uji coba pasar juga memberikan kemungkinan paluang dalam pemasaran, distribusi dan pelayanan.

    6. Studi Kelayakan Pasar
    Walaupun studi kelayakan pasar bagi usaha baru cenderung memakan waktu yang banyak dan merupakan tugas yang rumit, tetapi bagi wirausaha baru perlu untuk melakukannya, dari pada terjun ke dalam usaha baru tanpa persiapan terlebih dahulu.
    ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL


    Analisa kelayakan finansial adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan. Kebutuhan finansial dan pengembalian bisa berbeda tergantung pada pemilihan alternatif yang ada bagi sebagian besar usaha yang baru.  Contoh, komponin produk baru mungkin perlu di buat dalam ruangan, yang mana hal ini memerlukan investasi pada mesin produksi dan bangunan. Sebaliknya, pembuatan produk baru bisa disubkontrakkan pensuplai di luar. Disini pada dasarnya perusahaan sebagai penyimpan dan operasi pemasaran bisa dilakukan dengan investasi kecil dalam asset tetap. Pada kasus ini marjin laba pada perusahaan sangat kecil akan tetapi pengembalian modal yang di investasikan bisa lebih tinggi dibandingkan kasus operasi terintegrasi penuh  

    Langkah-langkah dalam analisa kelayakan finansial :
    a. Analisa semua kewajiban finansial dan kebutuhan pengeluaran secara mendetail
    b. Proyeksi sumber daya finansial yang tersedia dan dana-dana yang akan dihasilkan dalam operasi perusahaan
    c. Penting untuk menentukan secara sistematis aliran masuk, aliran keluar operasional yang diantisipasi dan aliran kas netto untuk periode waktu tertentu
    d. Apakah ia akan menghasilkan
    pengembalian pada modal yang diinvestasikan yang memuaskan.
    PENILAIAN KEMAMPUAN ORGANISASIONAL

    Penilaian ini di lakukan untuk menentukan apakah bisnis yang akan di jalankan memiliki cukup keahlian menejemen,kompetensi organisasi dan sumber daya untuk meluncurkan bisnis secara sukses. ada dua aspek utama dalam penelitian ini yaitu kecakapan manajemen dan kecukupan sumber daya (Barringer dan Ireland,2008).
    Penelitian ini merupakan tahap terakhir dari analisis kelayakan secara keseluruhan . Aspek yang di kaji dalam analisis ini adalah uang kas yang di butuhkan untuk memulai bisnis,kinerja keuangan dari bisnis serupa dan kemenarikan keuangan secara menyeluruh dari bisnis yang akan di kembangkan (Barringer dan Ireland,2008).

    Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerja sama mencapai tujuan organisional. Hal yang perlu diperhatikan adalah jenis keterampilan, jenis organisasi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam penerapan usaha baru yang efektif serta keterampilan dan bakat yang dibutuhkan jika usaha baru tersebut mulai berhasil dan tumbuh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam langkah ini, yaitu:

    a. Penentuan kebutuhan personalia dan perencanaan struktur organisasi awal.
    Langkah pertama dalam penentuan kebutuhan personalia adalah analisis kebutuhan tenaga kerja dan berbagai aktivitas yang perlu dilakukan. Langkah kedua adalah pengelompokkan aktivitas tersebut ke dalam seperangkat tugas yang bisa ditangani individu secara efektif. Langkah tiga adalah dari berbagai tugas dikategorikan untuk membentuk dasar dari struktur organisasi.

    b. Perbandingan kebutuhan dan ketersediaan personalia.
    Pada langkah ini perlu dilakukan membandingan personalia yang dibutuhkan dan orang-orang yang berkualitas yang tersedia bagi usaha baru.
    ANALISA PERSAINGAN 
     

    Keberhasilan bisnis salah satunya ditentukan oleh kemampuan memahami pesaing. Output dari kemampuan tersebut, menopang manajemen dalam memutuskan dimana akan bersaing dan bagaimana posisi diantara pesaing. Demikian karena, analisis dilakukan dengan cara identifikasi industri dan karakteristiknya, identifikasi bisnis di dalam industri, kemudian masing-masing bisnis pun dievaluasi, prediksi aktifitas pesaing termasuk identifikasi pesaing baru yang mungkin menerobos pasar maupun segmen pasar.
    Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman, kesempatan, atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi sebagai akibat dari perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing.
    Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing di evaluasi, serta kemudian tindakan pesaing pun diprediksi secara tepat. Yang dimaksud pesaing termasuk didalamnya pesaing baru yang berpeluang mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda kehadiran. Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing.Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database, survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampak didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan

    Praktis semua bisnis usaha akan menghadapi persaingan. Perusahaan baru tidak akan bertahan jika ia tidak memberikan dan mempertahankan keuntungan persaingan sebagai produk yang bermutu tinggi, pelayanan yang lebih baik,waktu penyerahan yang lebih singkat, atau harga yang relatif lebih rendah. jenis keuntungan tersebut menyebabkan mengapa pelanggan membeli suatu jenis barang keperusahaan tersebut.
    banyak perusahaan baru yang kurang memperhatikan pemamfaatan dan pengembangan produk yang kompetitif. Usaha baru harus analisa tekanan persaingan dan tindakan yang akan diambil oleh pesaing terhadap tekanan tersebut. Analisa ini hendaknya dilakukan terpisah dengan analisa kelayakan pasar, walaupun masalah – masalah yang dihadapi saling berhubungan. Setiap bisnis usaha umumnya cenderung menghadapi dua jenis tekanan persaingan :
    1. Persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu pada pasar yang sama
    2. Tekanan tidak langsung dari barang subtitusi
    Pendekatan pragmatis untuk menganalisa tekanan persaingan dipusatkan pada tiga tugas
    a. Identifikasi pesaing besar potensial
    b. Identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing dan dampak potensialnya terhadap operasi ventura yang direncanaka 
    c. Identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari ventura yang direncanakan dan pengembangan strategi yang didasarkan pada penekanan pada keuntungan tersebut.
    KesimpulanLakukanlah Evaluasi Usaha sebelum Usaha berada dalam titik yang mengkhawatirkan, sedini mungkin evaluasi dapat dilakukan maka ini merupakan tindakan mencegah dari kegagalan usaha. Jadi sebelum memulai usaha baru hal pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa usaha atau mengevaluasi tersebut apakah usaha tersebut layak untuk dilanjutkan ketahap berikutnya atau tidak. Tingginya modal usaha menjadikan perlunya dilakukan penelitian yang komprehensif dan sistematis yang nantinya akan menentukan kelayakan dan kemampuan dalam memperoleh keuntungan dari usaha baru tersebut dalam waktu yang lama. 
     
    Daftar Pustaka :
    Fahmi,Irfan. 2015. "Pengantar Ilmu Administrasi Bisnis". Bandung: Alfabeta.
    Masassya,Evelyn G. 2012. "90 Rahasia Investasi Pribadi". Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
    Slamet, Franky, Heti Karunia Tunjungsari, Mei Le. 2016. "Dasar-dasar Kewirausahaan Teori dan Praktik". Jakarta: Indeks. Edisi ke 2.

Senin, 10 April 2017

PEMBIAAYAAN USAHA

1. MASALAH DALAM PENCARIAN MODAL

 Setiap wirausaha pasti akan menemui kesulitan dalam masalah pencarian modal, Beberapa masalah yang sering ditemui  dalam pencarian modal antara lain :
a.             Kurangnya ketajaman bisnis. (  misal : tidak jeli melihat peluang,tidak dapat mengadaptasi dengan baik). Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan,tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
b.             Kurangnya pengalaman bisnis. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan,keterampilan mengelola sumber daya manusia,maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. Pengalaman yang cukup bisa menjadikan peluang usaha yang baik.
c.              Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal. (baik secara finansial maupun berupa mesin). Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan efektif.
d.             Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi. Kurang dapat mengendalikan keuangan.agar perusahaan dapat berhasil dengan baik,faktor yang paling utama dengan keuangan adalah memelihara aliran kas,mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran khas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
e.              Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha.tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
a.              Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan membuat para wirausahawan gagal dalam menjalankan usahanya. Hal ini menyebabkan adanya faham budaya feodal warisan kolonialisme jaman dahulu yang menganggap bahwa menjadi wirausahawan lebih banyak resiko yang mesti ditanggung,beda dengan menjadi seorang karyawan atau buruh yang hanya memikirkan pekerjaan.resiko bisnis yang terlalu tinggi,tingkat keuntungan dan pengembangan investasi yang rendah.
b.             Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti, juga disebabkan karena tidak kompetennya dalam manajerial.tidak kompeten atau tidak memiliki pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
c.            Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis dalam kemampuan mengkoordinasikan,mengelola sumber daya manusia,maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
d.             Prefrensi dari pemodal yang mengaharuskan adanya proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi.
e.              Kurangnya hubungan dengan sumber – sumber modal mengakibatkan sulitnya wirausahawan untuk mengembangkan usahanya.

2. PEMBIAYAAN BISNIS


Sebelum melakukan pembiayaan bisnis,seorang wirausahawan haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi,yaitu :
1. Identifikasi usaha yang akan dijalankan
2.  Identifikasi sumber pembiayaan, identifikasi sumber pembiayaan dibagi menjadi dua yaitu Internal (modal perusahaan dan   Eksternal (investor atau kredit bank).
·       Tahapan – tahapan pembiayan bisnis
A.  Pembiayaan tahap awal :  
- Pembiayaan pendanaan modal benih (seed capital) dalam jumlah yang relatif kecil. 
- Pembiayaan/pendanaan pemula pengembangan produk dan pemasaran awal.
B.  Pendanaan ekspansi atau pengembangan,merupakan tahapan dimana modal atau dana yang diperoleh dari sumber pembiayaan internal ataupun eksternal digunakan untuk mengembangkan dan memperluas usaha tersebut.
C.  Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts, adalah akuisisi ( biasanya perusahaan,tetapi bisa pula aset tunggal seperti real estate) yang harga belinya dibantu oleh gabungan saham dan utang dan yang arus kas atau aset targetnya dipakai untuk menjamin dan melunasi utang.karena utang biasanya memiliki biaya modal yang lebih rendah daripada saham,imbal balik saham meningkat seiring peningkatan utangnya. Utang tersebut otomatis menjadi dongkrak untuk menambah imbal balik yang menjadi asal usul istilah LBO.
3. PENENTUAN HUBUNGAN FINANSIAL
Sebelum melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal,dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. Selain itu juga seorang wirausaha harus ada perencanaan finansial yaitu : 
1.             Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan
2.             Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba).
Serta wirausaha juga perlu menentukan hubungan finansial perusahaan yang dilakukan dengan cara penentuan kebutuhan kas untuk memulai usaha,diantaranya melalui beberapa pendekatan sepert : 
a. Pendetakan pendapatan Mengembangkan jumlah modal yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah 
tertentu pendapatan tahunan.
b. Pendekatan tingkat sewa, menentukan jumlah penjualan dan kemudian modal yang dibutuhkan untuk
mendukung sewa yang dimaksud.
c. Pendekatan kas yang tersedia, dimulai dengan jumlah modal yang dimaksud untuk menentukan
pendapatan yang mungkin dari penggunaan yang efisien. Penentuan kebutuhan kas bagi perusahaan yang
sudah ada dilakukan dengan :
- Proyeksi laporan rugi laba Adalah suatu gambaran salah satu laporan keuangan dalam akuntasi yang 
   menggambarkan apakah suatu  perusahaan mengalami laba atau rugi dalam suatu periode akuntansi.
- Proyeksi laporan neraca Adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan
   keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan
   daftar aktivasi,hutang dan modal pemilik perusahaan.
- Proyeksi arus kas Menggambarkan adanya suatu penerimaan dalam aliran kas masuk perusahaan dari
   kegiatan perusahaan tersebut.
- Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas.


4. ANALISA PULANG POKOK 

 Pada tahap awal pertumbuhan, akan sangat membantu wirausahawan untuk mengetahui kapan keuntungan akan tercapai. Hal ini akan membantu mengetahui potensi finansial bagi usaha pemula. Analisa pulang pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa besar banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi dan tidak untung). Analisa pulang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Bagian berikut membahas (1) unsur dasar analisa pulang pokok, (2) tipe analisa pulang pokok yang ada bagi wirausahawan, (3) hubungan antara analisa pulang pokok dengan pengawasan, dan (4) keterbatasan analisa pulang pokok.

 Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok umumnya terdiri atas refleksi, pembahasan, pertimbangan, dan pembuatan keputusan relatif terhadap tujuh unsur pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut (karena pembahasan analisa pulang pokok terletak pada definisi tersebut, definisi tersebut hendaknya dikuasai sebelum membaca lebih jauh):
1) Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh organisasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah, pemeliharaan bangunan, pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan.
2) Biaya variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembungkusan produk, biaya bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk, biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan.
3) Biaya total adalah jumlah total biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
4) Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual.
5) Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual.
6) Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
7) Titik pulang pokok didefinisikan sebagai situasi di mana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya; organisasi hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun tidak mengalami kerugian.


5. MENCARI SUMBER PERMODALAN

Modal adalah segala bentuk kekayaan yang di gunakan untuk memproduksi kekayaan yang lebih banyak lagi. Ada tiga jenis modal yaitu
1. Modal Tetap adalah modal yang  di perlukan untuk membeli aset tetap.
2. Modal Kerja adalah modal yang di butuhkan untuk mendukung operasi perusahaan dalam jangka pendek.
3. Modal Pertumbuhan yaitu modal yang di butuhkan untuk membiayai pertumbuhan atau perkembangan perusahaan ke arah yang baru.

Sumber-sumber Permodalan antara lain :
1. Tabungan Pribadi.
Tabungan pribadi merupakan sumber pendanaan yang paling mudah tersedia untuk memulai suatu bisnis baru.
2. Teman atau anggota keluarga.
Investasi dari teman atau keluarga merupakan suatu sumber modal yang baik dan cukup dapat mengantar suatu usaha baru untuk menarik investor luar atau perusahaan pemberi modal usaha.
3. Malaikat Penolong.
Malaikat penolong merupakan orang-orang kaya yang menginvestasikan uang dalam permulaan usaha sebagai ganti hak kepemilikanya dalam perusahaan.
4. Mitra.
sebelum membuat perjanjian kerjasama wirausaha harus mempertimbangkan akibat dari member sebagian dari kontrol pribadi atas pengolahan dan pembagian keuntungan dengan orang lain.
5. Modal Ventura Korporasi
Banyak perusahaan besar sekarang ini yang ikut membiayai perusahaan kecil. Dari kerjasama ini perusahaan yang baru berdiri tidak hanya mendapatkan tambahan modaltapi juga mendapatkan bantuan   keahlian teknis.
6. Perusahaan Modal Ventura.
Perusahaan modal ventura adalah organisasi swasta berorientasi laba yang memberikan sejumlah modal dan kemudian menggunakanyauntuk membeli posisi ekuitas dalam perusahaan yang baru.
7. Penjualan Saham ke Publik.

Sumber Pembiayaan Utang 
sumber - sumber pembiayaan utang terdiri dari : 
1. Bank Komersial. ada beberapa jenis pinjaman bank komersial yaitu : 
- Pinjaman berdasarkan piutang
- Pinjaman berdasarkan inventaris
- Pinjaman berdasarkan peralatan
- Pinjaman berdasarkan real estate
2. Sumber dana utang di luar bank. ada beberapa sumber dana utang di luar bang yaitu :
- Vendor financing
- Equipment supplier
- Perusahaan pendanaan komersial
- Perusahaan asuransi
- Credit unions
- Surat obligasi

6. PENILAIAN PERUSAHAAN        
 
Seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, diantaranya seperti :
1. Laporan Laba/Rugi
adalah suatu gambaran salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
2. Laporan Neraca
adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.
3. Laporan Perubahan Modal
merupakan salah satu bentulk laporan keungan yang memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama dalam masa periode tertentu.
4. Laporan Arus Kas
menggambarkan adanya suatu penerimaan dalam aliran kas masuk perusahaan dari kegiatan perusahaan tersebut.
Kesimpulan : Jadi bagi para calon pengusaha harus benar-benar mengerti tentang pembiayaan usaha. dan harus mempersiapkan modal yang sesuai perkiraan untk usaha yang akan di buka. Dan di harapkan dengan bijak untuk mencari sumber permodalan yang ke depanya tidak akan merugikan. 


Daftar Pustaka :
Fahmi,Irfan. 2015. "Pengantar Ilmu Administrasi Bisnis". Bandung: Alfabeta.
Masassya,Evelyn G. 2012. "90 Rahasia Investasi Pribadi". Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Slamet, Franky, Heti Karunia Tunjungsari, Mei Le. 2016. "Dasar-dasar Kewirausahaan Teori dan Praktik". Jakarta: Indeks. Edisi ke 2.